Generasi 5:54 Siap Tuntaskan Perubahan

Minggu, April 17, 2011

Bisikan Rindu

Antara Shahrul dan Ikhwan kedua-duanya sama kacak, sama baik. Tapi jika di hati tiada rasa cinta, salah seorang harus berkorban. Jika mulut berkata sayang sedangkan hati berkata tidak, untuk apa sebuah percintaan? Sekuat manapun cinta Shahrul kepada Dina, hatinya tetap milik Ikhwan. Kehadiran Ikhwan telah mengajar Dina erti sebuah rindu. Namun percintaan mereka sering diuji dengan salah faham dan kebetulan. Akhirnya, Dina mengalah. Perginya bukan kerane kalah, tetapi pergi mencari harga diri yang dicampak oleh lelaki yang amat dicintai. Kerana cinta itu Dina sanggup tinggalkan Ikhwan dan segalanya. Setelah agak lama menyepi, Dina nekad ingin kembali. Sayangnya kepulangan Dina dalam keadaan yang tidak terduga! Tiada kata maaf, tiada pelukan mesra. Yang ada hanya tangisan... Gembira atau duka?
Sedikit Sedutan: "Wan tak lupa mak. Wan tak pernah lupa. Tapi itu dulu." "Apa bezanya dulu dengan sekarang Wan?" "dulu Wan sihat mak, tapi sekarang, keadaan Wan dah lain." Kata-kata Ikhwan terhenti di situ. "Itu bukan alasan untuk Wan nak cemburu tak tentu pasal," pujuk Hajah Rokiah lagi. "Wan bukan nak cemburu tak tentu pasal ataupun sengaja nak menaruh syak wasangka. tapi Dr Johan memang ada menyimpan hati pada Dina. Wan pasti." Ikhwan menguatkan hujahnya. "Dah... jangan bersangka buruk dengan orang. Tak baik. Entah-entah Dr. Johan tu tak ada apa-apa pun. Dia tahu Dina tu tunang Wan. Mak yang beritahu dia hari tu. Dia sendiri pun mungkin dah ada girlfriend. Doktor macam dia Wan, ada rupa pulak tu. Takkan tak ada buah hati lagi..." Hajah Rokiah cuba menyedapkan hati Ikhwan. "Wan bukan menuduh mak.. tapi Wan nampak sendiri macam mana dia cuba mendekati Dina. Dia macam sengaja nak ambil kesempatan dari keadaan Wan ni...: Kata-kata emaknya langsung tidak memberi kesan kepadanya, Baginya Hajah Rokiah terlalu bersangka baik terhadap Dr Johan....

(dikutip dari penggalan novel Mimie Ahnie)

Tidak ada komentar:

Kamar H@ti

***
HARI INI KITA SAMA-SAMA BELAJAR UNTUK MENJADI YANG TERBAIK DI MATA ALLAH TIDAK, HANYA UNTUK DIRI SENDIRI TETAPI UNTUK KEPENTINGAN ORANG BANYAK.
HIDUP INI SINGKAT DAN HANYA SATU KALI, MANFAATKANLAH....!!!
ALLAH BESERTA ORANG-ORANG YANG PEDULI
***BERSIAP SIAGALAH***

1. Abu Huraiarah r.a. berkata: Kami hadir bersama Nabi saw. di perang Khaibar tiba-tiba Nabi saw. bersabda terhadap seorang yang mengaku Muslim: Orang itu ahli neraka. Kemudian ketika terjadi perang Khaibar, orang itu ikut berperang dengan semangat yang keras sehingga luka parah, maka orang-orang berkata kepada Nabi: Ya Rasulullah, orang yang Tuan katakan ia ahli neraka, ia telah ikut perang yang hebat sekali sehingga ia mati. Maka sabda Nabi saw.: Ia menuju ke neraka. Orang-orang mendengar keterangan Nabi saw. itu hampir ragu menanggapinya, tiba-tiba ada berita bahwa orang itu belum mati tetapi luka parah (berat), dan pada waktu malam ia tidak sabar menderita lukanya hingga membunuh dirinya. Dan ketika berita ini disampaikan kepada Nabi saw., maka Nabi saw. bersabda: Allahu akbar, asyhadu anni abdullahi warasuluhu (Allah Maha Besar, aku bersakdi bahwa aku hamba Allah dan utusan-Nya). Kemudian Nabi saw. menyuruh Bilal supaya berseru pada semua orang: Sesungguhnya tidak dapat masuk surga kecuali jiwa yang benar-benar patuh Islam, dan sungguh Allah akan membantu agama ini dengan perjuangan seorang fajir (yang tidak jujur imannya). (Bukhari, Muslim).

2. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda; Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, hampir akan turun kepadamu Nabi Isa putra Maryam sebagai hakim yang adil, lalu ia akan memecah semua salib, membunuh babi, menghapuskan cukai, dan berlimpahlah harat kekayaan sehingga tiada seorangpun yang akan menerimanya. Yakni sadaqah.

3.
Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tiada seorang Nabi melainkan telah diberi mukjizat yang karenanya orang-orang percaya kepadanya, mukjizat yang diberikan kepadaku berupa wahyu Al-Quran yang diturunkan kepadaku, maka aku berharap semoga aku lah yang terbanyak pengikutnya pada hari kiamat. Sebab mukjizat Al-Quran akan tetap hingga hari kiamat.