Generasi 5:54 Siap Tuntaskan Perubahan

Kamis, September 29, 2011

Murtad Dalam Kemasan Baru

Pada hari yang dipenuhi dg kesedihan dan kesengsaraan yg diselingi rintihan yg menyakitkan, wajah-wajah dipenuhi dg air mata belas kasih dan kediaman tsb di robek oleh lirih penuh kesedihan, dihari dimana orang muslim berdiri dg khusuk, dunia disekelilingnyapun diam membisu. Pada hari itu, umat manusia tengah menghadapi masalah yg sangat besar yg mengguncangkan hati atau bahkan hampir menghilangkan akal mereka, itulah peristiwa yg hampir-hampir tidak terpenggal kecuali oleh ringkikkan kuda yg merindik setelah dia melepaskan geribak dan menjelajah lorong-lorong Madinah.
Betapa banyak peristiwa besar dan jasa yg sangat agung, namun semuanya menjadi kesedihan dan duka cita karena pada hari itu hari dimana pemimpin besar, sang penggerak dakwah telah kembali kehadapan Ilahi Rabbi. Itulah hari dimana Rasulullah saw meninggalkan kita semua.
Setelah hari itu, persoalan menjadi semakin besar, keadaanpun semakin berat dan kemunafikkan meraja lela di Madinah. Orang Yahudi dan Kristen bersorak gembira, mereka menggeliat menampakkan tariknya sementara kaum muslimin seolah seekor kambing ditengah gelap gulita yang sedang kebingungan. Lalu satu demi satu suku disekitar Madinah mulai murtat. Sementara yg lain menolak untuk memberikan zakat dan ketika itu tidak ada tempat lagi untuk melaksanakan sholat jum'at selain di Madinah dan Makah.
Ketika itu orang muslim sendiri tengah berdiri di atas keimanan dan kebersihan Islam yg murni. Merka sama sekali tidak takut dg kelompok murtad tersebut, mereka juga tidak takut dg kekuatan yg berada dibelakang layar, kenapa,? karena mereka telah melakukan bai'at kepada Allah swt, 
>>...ashadu bi annamuslimin (saksikan bahwa saya seorang mukmin).
>>ya aiyyuhallazina amanu aufu bil uqud (hai orang2 beriman penuhilah janji2 itu) QS. Al-Maidah : 1
>>Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam, supaya kamu tidak menyembah setan ? sesungguhnya setan itu musuh yg nyata bagimu, dan hendaklah kamu menyembah Ku. Inilah jalan yg lurus QS. Yasin : 60-61

Namun murtad sendiri merupakan ancaman yg berbahaya yg dapat merobohkan Makah dan Madinah bahkan mungkin semua orang muslim. Bahkan orang munafikpun bangkit untuk menggerogoti Islam sedikit demi sedikit. Estafet kepemimpinan Rasulullah saw-pun di amanahkan kepada Abu Bakar ra. walaupun semua itu melalui jalan yg susah. Berbagai macam persoalan dihadapi umat saat itu.
Namun Abu Bakar adalah sahabat Rasulullah yg cukup kenyang dg Islam, keputusan akhirnya keluar dari mulut beliaw "saya akan memerangi semua orang yg memisahkan zakat dengan sholaat."
bersambung

Kamar H@ti

***
HARI INI KITA SAMA-SAMA BELAJAR UNTUK MENJADI YANG TERBAIK DI MATA ALLAH TIDAK, HANYA UNTUK DIRI SENDIRI TETAPI UNTUK KEPENTINGAN ORANG BANYAK.
HIDUP INI SINGKAT DAN HANYA SATU KALI, MANFAATKANLAH....!!!
ALLAH BESERTA ORANG-ORANG YANG PEDULI
***BERSIAP SIAGALAH***

1. Abu Huraiarah r.a. berkata: Kami hadir bersama Nabi saw. di perang Khaibar tiba-tiba Nabi saw. bersabda terhadap seorang yang mengaku Muslim: Orang itu ahli neraka. Kemudian ketika terjadi perang Khaibar, orang itu ikut berperang dengan semangat yang keras sehingga luka parah, maka orang-orang berkata kepada Nabi: Ya Rasulullah, orang yang Tuan katakan ia ahli neraka, ia telah ikut perang yang hebat sekali sehingga ia mati. Maka sabda Nabi saw.: Ia menuju ke neraka. Orang-orang mendengar keterangan Nabi saw. itu hampir ragu menanggapinya, tiba-tiba ada berita bahwa orang itu belum mati tetapi luka parah (berat), dan pada waktu malam ia tidak sabar menderita lukanya hingga membunuh dirinya. Dan ketika berita ini disampaikan kepada Nabi saw., maka Nabi saw. bersabda: Allahu akbar, asyhadu anni abdullahi warasuluhu (Allah Maha Besar, aku bersakdi bahwa aku hamba Allah dan utusan-Nya). Kemudian Nabi saw. menyuruh Bilal supaya berseru pada semua orang: Sesungguhnya tidak dapat masuk surga kecuali jiwa yang benar-benar patuh Islam, dan sungguh Allah akan membantu agama ini dengan perjuangan seorang fajir (yang tidak jujur imannya). (Bukhari, Muslim).

2. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda; Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, hampir akan turun kepadamu Nabi Isa putra Maryam sebagai hakim yang adil, lalu ia akan memecah semua salib, membunuh babi, menghapuskan cukai, dan berlimpahlah harat kekayaan sehingga tiada seorangpun yang akan menerimanya. Yakni sadaqah.

3.
Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tiada seorang Nabi melainkan telah diberi mukjizat yang karenanya orang-orang percaya kepadanya, mukjizat yang diberikan kepadaku berupa wahyu Al-Quran yang diturunkan kepadaku, maka aku berharap semoga aku lah yang terbanyak pengikutnya pada hari kiamat. Sebab mukjizat Al-Quran akan tetap hingga hari kiamat.